Tips Aman Menghindari Konten Negatif Menggunakan WhatsApp

Kemajuan teknologi digital menjadikan media sosial sebagai sarana penyebaran scam, scam, dan berbagai konten negatif lainnya.

Alia Yofira, peneliti Lembaga Penelitian dan Advokasi Masyarakat (Elsam), mengatakan masih banyak konten di media sosial berupa penipuan atau berita bohong lainnya. Hal ini tak lepas dari cara pelaku memanfaatkan ilmu dan teknologi pemasaran untuk mempengaruhi psikologi orang yang akan menjadi korban.

Alia mengatakan dalam diskusi online di Cyber-Creative Digital Literacy Talk (OOTD) Kominfo bertajuk ‘Tips Aman dan Pribadi di Whatsapp’ Kamis, “Teknik pemasaran ini sekarang sangat umum 16/03). ).

Alia adalah tindakan memberikan informasi palsu tentang kesaksian palsu, berpura-pura menjadi polisi meminta uang untuk membantu keluarga korban kecelakaan, meminta nomor duplikat (one-time password/OTP), atau memberikan informasi palsu terkait dengan bantuan sosial pemerintah

“Nah, ini yang memang harus kita waspadai karena menyasar sisi psikologis kita. Kita perlu meningkatkan kesadaran diri,” imbuhnya.

WhatsApp (WA) membagikan tips aman untuk membantu pengguna menghindari risiko negatif tersebut dengan melakukan beberapa langkah.

Yang terpenting, pengguna media sosial WhatsApp diminta untuk selalu mengecek informasi dari sumber yang tidak dikenal.

Khusus untuk pengguna WhatsApp di Indonesia yang baru-baru ini mencapai 2 miliar pengguna.

Tentunya hal ini menjadi sasaran empuk bagi pelaku untuk melakukan modus penipuan dan informasi negatif lainnya.

“Kalau begitu, Anda harus mengecek kembali pesan informasi yang Anda terima,” jelas Alia.

Esther Samboh, Manajer Kebijakan Publik WhatsApp di Indonesia, menjelaskan bahwa hampir 90% dari total jumlah pengguna WhatsApp yang mengirim pesan bersifat pribadi atau private.

Esther berkata, “Itu karena WhatsApp didirikan sebagai layanan sederhana. Keandalan, privasi, dan kesederhanaan adalah prinsip utama WhatsApp.”

BACA JUGA  ASUS ROG Mengumumkan Lini Pertama Laptop Gaming AMD Ryzen™ 6000 Series Di Indonesia

Diakui Esther, masih banyak informasi negatif yang beredar di kalangan masyarakat melalui WhatsApp yang meresahkan pengguna. Jadi, ia menawarkan sejumlah tips atau langkah untuk membantu pengguna merasa nyaman sambil menghindari informasi yang tidak jelas tersebut. Salah satunya adalah enkripsi ujung ke ujung.

“WhatsApp sendiri berbeda dengan aplikasi messaging lainnya. Whatsapp sendiri menawarkan enkripsi end-to-end. Artinya hanya kita dan orang yang kita kirimi pesan yang dapat membaca, melihat atau mendengar audio, video atau dokumen. End-to -Enkripsi akhir dapat menjaga privasi dan mencegah pihak lain menggunakan data kami, ”katanya.

Selain enkripsi end-to-end, katanya, pengguna dapat melaporkan jika mereka menggunakan fitur pemblokiran atau menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal.

“Jadi, jangan terburu-buru atau khawatir. Laporan dimungkinkan, jadi bukan hanya grup atau akun. Sekarang, ada segitiga yang langsung muncul, selain itu ketika Anda tekan lama atau ketuk pesan lama, ada tanda seru (laporan)” .

Pembuat konten Rian Fahardhi mengaku sering dibingungkan dengan banyaknya informasi palsu yang diterimanya setiap hari.

“Nah, keluar dari situ penting untuk kita gali informasi. Buang kalau jelek dan sampaikan kalau bagus dan tentu diverifikasi,” kata Rian.

Rian sendiri tak segan-segan memanfaatkan fitur ‘blokir’ WhatsApp jika ada yang mengganggunya dengan menyebarkan informasi palsu setiap hari.

“Terus terang kalau ada yang mengganggu bisa diblokir. Kita menghindari zat beracun. Di sinilah zat beracun itu bisa mengganggu pikiran dan aktivitas kita sehari-hari,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.